
Baku dan Jaga (Bajaga) tidak sekadar langkah, tetapi sebuah perisai gagah dalam perlawanan terhadap Human Trafficking. Dengan menggalang kerjasama, menyebarkan pengetahuan, dan melaksanakan tindakan nyata, Bajaga bukan hanya potensi, melainkan berusaha menjadi pahlawan utama yang berdiri di garis terdepan, melindungi masyarakat dari ancaman Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO).
Bajaga lahir dari kepedulian mendalam Fransiscus Go, seorang tokoh berpengaruh dari Nusa Tenggara Timur. Ia tak bisa berpaling dari kenyataan pahit yang menimpa banyak warga NTT—mereka berangkat ke luar negeri dengan harapan hidup lebih baik, namun justru terjerat dalam perdagangan manusia. Eksploitasi, penderitaan, hilangnya hak asasi, bahkan kematian menjadi bayangan kelam di balik janji manis pekerjaan di negeri orang.
Didorong oleh keinginan kuat untuk melindungi sesama, Fransiscus Go mendirikan Bajaga sebagai tameng bagi mereka yang rentan terhadap praktik keji ini. Lebih dari sekadar gerakan, Bajaga hadir sebagai harapan—agar setiap individu memiliki kesempatan untuk hidup dengan martabat, aman, dan terbebas dari ancaman perdagangan manusia.
Jakarta - Di tengah derasnya arus informasi dan perkembangan teknologi yang semakin pesat, tokoh pendidikan dan pemerhati sosial Fransiscus Go mengajak masyarakat untuk kembali kepada dua sumber pembelajaran yang dinilainya
Oleh: Fransiscus Go Hari-hari ini, keadaan ekonomi kita sedang terasa tidak begitu mudah. Lapangan kerja menyempit, usaha kecil kian berat bertahan, dan beban hidup terasa di setiap sudut rumah tangga.
MAUMOLO, NTT — Warga Maumolo, Nusa Tenggara Timur, kini punya satu alasan lagi untuk lega. Bak penampungan air bersih kelima yang dibangun atas dukungan Yayasan Felix Maria Go (YFMG) dan
YOGYAKARTA – Nara Kupu Jogja resmi menyatakan dukungannya terhadap penyelenggaraan Festaya Vol. IV yang digagas oleh KOMANTTA, komunitas mahasiswa asal Nusa Tenggara Timur (NTT) di Universitas Atma Jaya Yogyakarta. Kegiatan
Jakarta — Di balik semangkuk bakmi yang mengepul hangat, ada cerita kolaborasi yang lebih besar dari sekadar urusan perut. Kehadiran Bakmi Jogja Mbah Walid di kawasan Kendal–Menteng, Jakarta Pusat, bukan
Garda Bajaga siap membantu dan berkolaborasi dalam melawan perdagangan manusia. Jangan ragu menghubungi kami!