
Baku dan Jaga (Bajaga) tidak sekadar langkah, tetapi sebuah perisai gagah dalam perlawanan terhadap Human Trafficking. Dengan menggalang kerjasama, menyebarkan pengetahuan, dan melaksanakan tindakan nyata, Bajaga bukan hanya potensi, melainkan berusaha menjadi pahlawan utama yang berdiri di garis terdepan, melindungi masyarakat dari ancaman Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO).
Bajaga lahir dari kepedulian mendalam Fransiscus Go, seorang tokoh berpengaruh dari Nusa Tenggara Timur. Ia tak bisa berpaling dari kenyataan pahit yang menimpa banyak warga NTT—mereka berangkat ke luar negeri dengan harapan hidup lebih baik, namun justru terjerat dalam perdagangan manusia. Eksploitasi, penderitaan, hilangnya hak asasi, bahkan kematian menjadi bayangan kelam di balik janji manis pekerjaan di negeri orang.
Didorong oleh keinginan kuat untuk melindungi sesama, Fransiscus Go mendirikan Bajaga sebagai tameng bagi mereka yang rentan terhadap praktik keji ini. Lebih dari sekadar gerakan, Bajaga hadir sebagai harapan—agar setiap individu memiliki kesempatan untuk hidup dengan martabat, aman, dan terbebas dari ancaman perdagangan manusia.
Kotenwalang - Fransiscus melakukan kunjungan lapangan ke Kampung Kotenwalang, Desa Latonliwo, Kecamatan Tanjung Bunga, Kabupaten Flores Timur, pada Minggu (17/05/2026). Kunjungan ini merupakan bagian dari upayanya untuk menjangkau masyarakat di
Maumolo - Di balik hamparan perbukitan Kefamenanu, Kabupaten Timor Tengah Utara, Nusa Tenggara Timur, tersimpan sebuah kisah tentang semangat yang tak pernah padam. Kampung Maumolo, atau yang dikenal warga setempat
Jakarta - Di tengah tantangan krisis pangan global dan perubahan pola hidup masyarakat modern, kebutuhan akan sistem pertanian yang sehat dan berkelanjutan semakin menjadi perhatian banyak pihak. Kondisi tersebut mendorong
Maumolo - Indonesia menghadapi ancaman serius yang kerap luput dari perhatian publik: siapa yang akan menggarap sawah dan ladang dua puluh tahun ke depan? Data menunjukkan rata-rata usia petani Indonesia
oleh: Ir. Fransiscus Go (diambil dari buku Mengakhiri Era Tenaga Kerja Murah) “Ini zamannya iptek, tetapi masih banyak pekerja kita yang belum mampu mengejar kemajuan iptek yang dibutuhkan industri. Mereka
Garda Bajaga siap membantu dan berkolaborasi dalam melawan perdagangan manusia. Jangan ragu menghubungi kami!