
Baku dan Jaga (Bajaga) tidak sekadar langkah, tetapi sebuah perisai gagah dalam perlawanan terhadap Human Trafficking. Dengan menggalang kerjasama, menyebarkan pengetahuan, dan melaksanakan tindakan nyata, Bajaga bukan hanya potensi, melainkan berusaha menjadi pahlawan utama yang berdiri di garis terdepan, melindungi masyarakat dari ancaman Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO).
Bajaga lahir dari kepedulian mendalam Fransiscus Go, seorang tokoh berpengaruh dari Nusa Tenggara Timur. Ia tak bisa berpaling dari kenyataan pahit yang menimpa banyak warga NTT—mereka berangkat ke luar negeri dengan harapan hidup lebih baik, namun justru terjerat dalam perdagangan manusia. Eksploitasi, penderitaan, hilangnya hak asasi, bahkan kematian menjadi bayangan kelam di balik janji manis pekerjaan di negeri orang.
Didorong oleh keinginan kuat untuk melindungi sesama, Fransiscus Go mendirikan Bajaga sebagai tameng bagi mereka yang rentan terhadap praktik keji ini. Lebih dari sekadar gerakan, Bajaga hadir sebagai harapan—agar setiap individu memiliki kesempatan untuk hidup dengan martabat, aman, dan terbebas dari ancaman perdagangan manusia.
Maumolo — Kegiatan belajar tidak selalu harus berlangsung di dalam ruang kelas dengan papan tulis dan buku teks. Hal inilah yang coba diwujudkan oleh Yayasan Felix Maria Go (YFMG) bersama
Maumolo – Kelompok Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) binaan Yayasan Felix Maria Go (YFMG) di Maumolo terus menunjukkan perkembangan positif. Melalui kegiatan produksi keripik yang dilakukan secara rutin, para
NTT — Yayasan Felix Maria Go (YFMG) kembali menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat dengan menghadirkan fasilitas air bersih di Maumolo, Nusa Tenggara Timur, Selasa (16/6/2026) pagi. Program ini mendapat
DEPOK — Fransiscus Go, sosok yang dikenal luas di dunia bisnis dan pengembangan usaha, menyempatkan diri untuk makan siang bersama jajaran manajemen NKV Depok. Pertemuan yang berlangsung dalam suasana hangat
Maumolo — Yayasan Felix Marai Go (YFMG) menggelar kegiatan edukasi pertanian bagi siswa-siswi SDN Maumolo dan SMPN Maumolo, Rabu (10/6/2026). Kegiatan ini sekaligus dirangkaikan dengan aksi tanam cabai bersama di
Garda Bajaga siap membantu dan berkolaborasi dalam melawan perdagangan manusia. Jangan ragu menghubungi kami!