
Baku dan Jaga (Bajaga) tidak sekadar langkah, tetapi sebuah perisai gagah dalam perlawanan terhadap Human Trafficking. Dengan menggalang kerjasama, menyebarkan pengetahuan, dan melaksanakan tindakan nyata, Bajaga bukan hanya potensi, melainkan berusaha menjadi pahlawan utama yang berdiri di garis terdepan, melindungi masyarakat dari ancaman Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO).
Bajaga lahir dari kepedulian mendalam Fransiscus Go, seorang tokoh berpengaruh dari Nusa Tenggara Timur. Ia tak bisa berpaling dari kenyataan pahit yang menimpa banyak warga NTT—mereka berangkat ke luar negeri dengan harapan hidup lebih baik, namun justru terjerat dalam perdagangan manusia. Eksploitasi, penderitaan, hilangnya hak asasi, bahkan kematian menjadi bayangan kelam di balik janji manis pekerjaan di negeri orang.
Didorong oleh keinginan kuat untuk melindungi sesama, Fransiscus Go mendirikan Bajaga sebagai tameng bagi mereka yang rentan terhadap praktik keji ini. Lebih dari sekadar gerakan, Bajaga hadir sebagai harapan—agar setiap individu memiliki kesempatan untuk hidup dengan martabat, aman, dan terbebas dari ancaman perdagangan manusia.
JAKARTA - Belajar pertanian pada era modern tidak lagi cukup dilakukan di ruang kelas. Seiring berkembangnya teknologi dan tantangan sektor pangan, mahasiswa dituntut memiliki pengalaman langsung di lapangan agar mampu
JAKARTA - Kemiskinan masih menjadi tantangan yang dihadapi banyak daerah di Indonesia. Namun, persoalan tersebut bukan sesuatu yang mustahil untuk diatasi apabila seluruh elemen bangsa memiliki komitmen membangun kualitas sumber
Depok – Komunitas Hewan Bogor berkolaborasi dengan Nara Kupu Village dalam menghadirkan program edukasi yang mengangkat tema kepedulian terhadap satwa dan kelestarian lingkungan. Kolaborasi ini menjadi bagian dari upaya membangun
Kupang – Tenun dan kerajinan khas Nusa Tenggara Timur (NTT) terus menjadi simbol kekayaan budaya yang tidak hanya memiliki nilai estetika, tetapi juga menyimpan identitas, sejarah, dan kearifan masyarakat lokal.
Maumolo – Para petani di Maumolo kembali memanen berbagai jenis sayuran seperti kangkung dan sawi hasil budidaya mereka. Panen yang berlangsung dalam suasana penuh semangat ini menjadi bukti bahwa sektor
Garda Bajaga siap membantu dan berkolaborasi dalam melawan perdagangan manusia. Jangan ragu menghubungi kami!