NTT — Upaya penanganan angka stunting di wilayah Desa Saisana, calon desa pemekaran dari Desa Induk Oeekam, terus digencarkan melalui pendekatan yang inovatif. Kelompok pemuda yang tergabung dalam Gen.Z Gejala bersama Yayasan Felix Maria Go (YFMG) menginisiasi kegiatan Lomba Dapur Hidup sebagai salah satu upaya nyata menekan angka gizi buruk pada anak di desa tersebut.
Kegiatan sosialisasi lomba tersebut telah dilaksanakan pada Kamis (16/7/2026) di Desa Saisana Kecamatan Noebeba, Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS), Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), dihadiri oleh sejumlah tokoh masyarakat setempat, termasuk Ketua RT dan RW. Sosialisasi ini menjadi tahap awal sebelum pelaksanaan lomba yang direncanakan berlangsung dalam beberapa bulan ke depan.
Berdasarkan jadwal yang telah disusun, pendaftaran peserta lomba dibuka mulai 20 hingga 31 Juli 2026. Sementara itu, pelaksanaan lomba akan berlangsung mulai 1 Agustus hingga Oktober 2026, memberikan rentang waktu yang cukup panjang bagi warga untuk mempersiapkan diri dan menerapkan konsep dapur hidup di lingkungan masing-masing.
Kegiatan ini digagas atas dasar keprihatinan terhadap tingginya angka stunting di wilayah Desa Induk Oeekam hingga Desa Saisana. Berdasarkan data yang dihimpun, sebanyak 41 anak di wilayah tersebut telah dinyatakan mengalami stunting, sementara 80 anak lainnya tercatat memiliki berat badan di bawah standar (BB kurang).
Tingginya angka tersebut mendorong pemerintah setempat bersama Puskesmas Noebeba untuk turut mendukung penuh pelaksanaan program Lomba Dapur Hidup ini. Dukungan tersebut diwujudkan melalui keterlibatan langsung tenaga kesehatan dalam kegiatan sosialisasi yang telah digelar.
Para tokoh masyarakat yang hadir mengapresiasi inisiatif yang dibawa oleh Gen.Z Gejala dan YFMG. Mereka menyampaikan rasa terima kasih atas kehadiran YFMG di Desa Saisana yang diharapkan mampu menjadi bagian dari solusi atas persoalan stunting yang selama ini menjadi perhatian bersama.
Selain unsur pemerintah desa, kegiatan sosialisasi turut menghadirkan ahli gizi dari Puskesmas Noebeba. Dalam kesempatan tersebut, ahli gizi memberikan pemaparan mengenai penyebab utama terjadinya stunting pada anak, sekaligus menjelaskan langkah-langkah penanganan yang dapat dilakukan oleh masyarakat melalui pola asuh dan pemenuhan gizi yang tepat.
Antusiasme masyarakat terhadap kegiatan ini terpantau tinggi. Sejumlah warga menyatakan kesiapan mereka untuk berpartisipasi dalam Lomba Dapur Hidup, yang dinilai tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga sarana edukasi gizi keluarga secara berkelanjutan.
Pihak Puskesmas Noebeba turut memberikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan tersebut. Kolaborasi antara tenaga kesehatan, pemerintah desa, dan kelompok pemuda dinilai menjadi model kerja sama lintas sektor yang efektif dalam menangani persoalan gizi di tingkat akar rumput.
Melalui program Lomba Dapur Hidup ini, masyarakat berharap sebagian dari angka stunting di Desa Saisana dan Desa Oeekam dapat berkurang secara bertahap. Dengan pendekatan berbasis pemanfaatan pekarangan rumah sebagai sumber pangan bergizi, warga diharapkan lebih mandiri dalam memenuhi kebutuhan gizi keluarga.
Kegiatan ini merupakan hasil kolaborasi antara Gen.Z Gejala dan Yayasan Felix Maria Go(YFMG), yang menunjukkan peran aktif generasi muda dalam mendukung program kesehatan masyarakat di wilayah pedesaan. Ke depan, program serupa diharapkan dapat direplikasi di desa-desa lain yang menghadapi persoalan stunting serupa.









