Jakarta – Di tengah tantangan krisis pangan global dan perubahan pola hidup masyarakat modern, kebutuhan akan sistem pertanian yang sehat dan berkelanjutan semakin menjadi perhatian banyak pihak. Kondisi tersebut mendorong lahirnya berbagai inovasi di sektor pertanian, salah satunya melalui pengembangan kebun ketahanan pangan yang dilakukan Nara Kupu Village (NKV).
Nara Kupu Village hadir bukan sekadar sebagai kawasan pertanian biasa. Tempat ini berkembang menjadi ruang edukasi sekaligus pusat pengembangan pertanian modern yang menggabungkan teknologi, konsep ramah lingkungan, dan gaya hidup sehat dalam satu ekosistem terpadu.
Manager Nara Kupu Village, Yosep Permana, mengatakan bahwa NKV ingin menghadirkan sistem pertanian yang mampu menjawab kebutuhan masyarakat masa kini tanpa mengabaikan prinsip keberlanjutan lingkungan. Menurutnya, pertanian modern harus mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman.
“Pertanian hari ini tidak bisa lagi dipandang sebagai pekerjaan tradisional semata. Kami ingin menunjukkan bahwa pertanian modern bisa menjadi ruang inovasi, edukasi, sekaligus solusi ketahanan pangan di masa depan,” ujar Yosep.
Nara Kupu Village sendiri merupakan milik pengusaha muda Rayhan Christian Siego yang terus berkembang di bawah pembinaan Fransiscus Go. Bersama tim petani milenial lulusan Politeknik Pembangunan Pertanian Bogor, NKV membangun ekosistem pertanian yang tidak hanya berorientasi pada hasil panen, tetapi juga memberikan dampak sosial bagi masyarakat sekitar.
Dalam pengelolaannya, NKV mengembangkan dua metode unggulan budidaya sayuran. Metode pertama adalah hidroponik, yakni sistem pertanian tanpa tanah yang dinilai lebih praktis, higienis, dan efisien. Sistem ini dikelola oleh petani milenial Kriskama Aprianto yang aktif mengembangkan teknologi pertanian modern agar semakin mudah diterapkan oleh generasi muda.
Selain hidroponik, NKV juga mengembangkan sistem pertanian organik yang mengedepankan proses alami dan ramah lingkungan. Pengelolaannya dilakukan langsung oleh Yosep Permana dengan fokus menjaga kualitas tanah sekaligus mempertahankan keseimbangan ekosistem lingkungan sekitar.
Menurut Yosep, pertanian organik bukan hanya menghasilkan produk pangan yang lebih sehat, tetapi juga menjadi bagian penting dalam menjaga kelestarian alam untuk jangka panjang. Ia menilai keberlanjutan lingkungan harus berjalan seiring dengan kebutuhan pangan masyarakat.
“Kami ingin masyarakat bisa menikmati sayuran yang segar, sehat, dan diproses dengan cara yang lebih alami. Karena pertanian yang baik bukan hanya soal panen, tetapi juga soal keberlanjutan,” katanya.
Mengusung konsep “Farm to Table”, Nara Kupu Village menghadirkan hasil panen segar yang dapat langsung dinikmati masyarakat. Selain fokus pada produksi pangan, NKV juga dikenal sebagai kawasan edu-farm yang mengajak pengunjung belajar mengenai pertanian organik, pola hidup sehat, serta pentingnya menjaga lingkungan.
Suasana alam yang asri dipadukan dengan aktivitas edukatif menjadikan NKV sebagai ruang rekreasi sekaligus pembelajaran yang relevan bagi keluarga dan generasi muda.
Melalui pengembangan pertanian modern berbasis edukasi, Nara Kupu Village berharap dapat menginspirasi lebih banyak anak muda untuk peduli terhadap dunia pertanian sekaligus memperkuat ketahanan pangan Indonesia di masa depan.









