Kantor

Jl. Kendal No.1 10, RT.10/RW.6, Dukuh Atas, Kec. Menteng, Kota Jakarta Pusat, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 10310

Fransiscus Go Ajak Masyarakat Jaga Tenun NTT sebagai Warisan Budaya Bernilai Tinggi

Kupang – Tenun dan kerajinan khas Nusa Tenggara Timur (NTT) terus menjadi simbol kekayaan budaya yang tidak hanya memiliki nilai estetika, tetapi juga menyimpan identitas, sejarah, dan kearifan masyarakat lokal. Di tengah perkembangan industri kreatif, berbagai produk berbasis tenun terus berinovasi tanpa meninggalkan akar budaya yang menjadi ciri khas daerah.

Peduli terhadap pelestarian tenun NTT kembali mengemuka melalui unggahan pegiat sosial dan budaya, Fransiscus Go, yang menampilkan sebuah produk kerajinan berbahan perpaduan tenun, denim, dan kulit. Produk tersebut menunjukkan bahwa warisan budaya dapat dikemas dalam desain modern sehingga lebih dekat dengan berbagai kalangan.

Dalam unggahannya, Fransiscus Go menegaskan bahwa tenun NTT memiliki makna yang jauh melampaui nilai ekonomi. “Tenun dan kerajinan NTT bukan sekadar hasil karya, tetapi juga bagian dari identitas dan ceritanya,” tulis Fransiscus Go.

Ia menjelaskan bahwa setiap motif dan anyaman lahir dari proses panjang yang mencerminkan dedikasi para perajin. Menurutnya, di balik setiap helai tenun tersimpan nilai-nilai budaya yang diwariskan secara turun-temurun dan menjadi kekayaan yang tidak ternilai bagi masyarakat NTT.

Baca Juga  Festaya Vol. IV KOMANTTA: Ruang Ekspresi Generasi Muda NTT di Kota Pelajar, Didukung Nara Kupu Jogja

“Di setiap motif dan anyaman tersimpan ketekunan, keterampilan, serta nilai budaya yang diwariskan dari satu generasi ke generasi berikutnya,” lanjut Fransiscus Go dalam unggahan tersebut.

Pernyataan tersebut sekaligus menjadi pengingat bahwa pelestarian tenun tidak cukup hanya dengan menjaga teknik pembuatannya, tetapi juga memastikan nilai-nilai budaya yang terkandung di dalamnya tetap hidup di tengah perubahan zaman. Inovasi desain dinilai menjadi salah satu cara agar produk tenun semakin diterima oleh pasar yang lebih luas.

Secara tidak langsung, Fransiscus Go mengajak masyarakat untuk memberikan apresiasi yang lebih besar terhadap karya para perajin lokal. Ia menilai bahwa keberlangsungan tenun dan kerajinan tradisional bergantung pada kepedulian bersama, baik melalui penggunaan produk lokal maupun dukungan terhadap pengembangan usaha para perajin.

Baca Juga  Kerja Konsisten Relawan YFMG Wujudkan Perubahan Nyata di Kampung Maumolo

Ia juga berharap karya-karya kreatif berbasis budaya terus berkembang sehingga mampu memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat. “Semoga karya-karya seperti ini terus dijaga, dikembangkan, dan semakin memberi manfaat bagi para perajinnya,” tulis Fransiscus Go sebagai penutup pesannya.

Pelaku industri kreatif di NTT sendiri terus menghadirkan berbagai inovasi dengan memadukan motif-motif tradisional ke dalam produk fesyen dan aksesori modern. Langkah tersebut menjadi salah satu strategi untuk memperluas pasar sekaligus memperkenalkan kekayaan budaya NTT kepada generasi muda dan masyarakat internasional.

Melalui kolaborasi antara pelestarian budaya dan inovasi, tenun NTT diharapkan tetap menjadi warisan yang hidup, berkembang, dan memberikan nilai tambah bagi masyarakat. Pesan yang disampaikan Fransiscus Go menjadi pengingat bahwa setiap karya tenun bukan hanya produk kerajinan, melainkan representasi jati diri, sejarah, serta semangat masyarakat Nusa Tenggara Timur yang patut dijaga bersama.