Kantor

Jl. Kendal No.1 10, RT.10/RW.6, Dukuh Atas, Kec. Menteng, Kota Jakarta Pusat, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 10310

Menjaga Alam, Membangun Desa: Pesan Fransiscus Go untuk Relawan GEJALA

Jakarta – Tokoh asal NTT, Ir. Fransiscus Go, menyapa para relawan GEJALA (Gerakan Jaga Alam dan Air) dalam sebuah pertemuan yang berlangsung hangat di Soe, Nusa Tenggara Timur. Kunjungan tersebut bertujuan memberikan dukungan moral agar gerakan lingkungan ini terus berkembang dan memberi dampak nyata bagi masyarakat.

Dalam kesempatan itu, ia menyampaikan apresiasi mendalam terhadap kerja para relawan yang dinilai konsisten menjaga kelestarian alam dan sumber daya air. Upaya tersebut dianggap sangat penting, terutama bagi wilayah yang rentan terhadap kekeringan dan krisis air.

Relawan GEJALA diketahui aktif melakukan berbagai kegiatan, mulai dari perlindungan sumber mata air, penghijauan, hingga pendampingan pertanian berkelanjutan. Program-program ini tidak hanya berfokus pada lingkungan, tetapi juga pada peningkatan kesejahteraan masyarakat desa.

Baca Juga  Fransiscus Go Dorong Anak Muda NTT Jadi Petani Milenial di Hari Tani Nasional

Selain itu, gerakan ini turut mendorong lahirnya usaha-usaha produktif berbasis potensi lokal. Dengan demikian, masyarakat tidak hanya menjadi penerima manfaat, tetapi juga pelaku utama pembangunan di wilayahnya sendiri.

Fransiscus Go menilai bahwa menjaga alam dan air bukan sekadar kegiatan sosial sesaat. Menurutnya, langkah tersebut merupakan fondasi penting bagi pemberdayaan pemuda dan kemandirian desa dalam jangka panjang.

Ia juga menekankan bahwa keberlanjutan lingkungan akan berdampak langsung pada ketahanan pangan dan ekonomi masyarakat. Tanpa sumber air yang terjaga, sektor pertanian sebagai tulang punggung desa akan sulit berkembang.

Para relawan menyambut kehadiran dan dukungan tersebut dengan antusias. Mereka mengaku semakin termotivasi untuk memperluas jangkauan kegiatan dan melibatkan lebih banyak generasi muda.

Baca Juga  Tiga Nilai Kunci Fransiscus Go untuk Generasi Emas 2045: Disiplin, Kemandirian, dan Integritas

Gerakan Jaga Alam dan Air selama ini dikenal sebagai komunitas yang bekerja secara gotong royong. Pendekatan berbasis partisipasi masyarakat menjadi kunci keberhasilan program-program yang dijalankan.

Harapan besar disampaikan agar gerakan ini tetap solid dan tidak berhenti di tengah jalan. Dukungan dari berbagai pihak dinilai penting untuk memastikan keberlanjutan program lingkungan dan pemberdayaan masyarakat.

Pada akhirnya, upaya menjaga alam dan air diharapkan mampu mewujudkan kedaulatan air dan pangan di daerah tersebut. Lebih jauh lagi, gerakan ini dipandang sebagai investasi bagi masa depan generasi muda di Nusa Tenggara Timur.